'Susno Pahlawan Polri' di Istana Wapres

VIVAnews - Sekitar 200 orang pendemo menggoyang depan Istana Wakil Presiden, Rabu, 27 Januari 2010.  Mereka menuntut pertanggungjawaban Wapres Boediono yang diduga terlibat dalam skandal dana talangan Bank Century, sewaktu menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI).

Usulan Kejaksaan Izinkan Lima Smelter Perusahaan Timah Tetap Beroperasi Disorot

Para pendemo itu adalah gabungan dari Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper), Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak), dan Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMN.

Barisan demonstran terbagi dua, yang masing-masing dikomando dari mobil sound system. Satu dikoordinir Aliansi Mahasiswa Nusantara. Mereka berorasi dan mengibarkan spanduk yang menuntut pertanggungjawaban Boediono dan Sri Mulyani. Mahasiswa juga ada yang mengecat badan dengan huruf yang membentuk tulisan, "SBY Boediono Gagal 100%."

Sedangkan demonstran yang dikoordonir Jamper dan Kapak melakukan orasi dan terus menyanyikan lagu. Tidak hanya itu, mereka juga menuduh Boediono dan Sri Mulyani sebagai maling dan melontarkan kata-kata kasar yang didiamkan petugas kepolisian yang berjaga mengamankan demonstrasi.

Menariknya, dalam salah satu spanduk yang dikibarkan di barisan demonstran Jamper dan Kapak, terdapat poster bergambarkan mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jendral Susno Duadji. Bahkan terdapat tulisan "Pahlawan Polri" dalam poster Susno itu.

Demonstrasi itu tidak sampai menyebabkan Jalan Medan Merdeka Selatan macet. Namun demonstrasi menyebabkan Wakil Presiden Boediono masuk ke dalam Istana Wapres dari jalur belakang.

Boediono masuk Istana Wapres melalui Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Walaupun saat Boediono datang, massa demonstran belum datang dan memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan.

Mahfud MD Blak-blakan Soal Langkah Politik Berikutnya Usai Pilpres 2024
Jemaah haji Indonesia mendengarkan khutbah Subuh jelang wukuf.

Cegah Informasi Simpang Siur, Jemaah Haji Diimbau Tak Bagikan Kabar Tidak Benar di Media Sosial

Menurut Direktur Bina Haji PHU Arsad Hidayat, jemaah haji diminta tidak asal membagikan informasi yang beredar di media sosial yang belum jelas kebenarannya.

img_title
VIVA.co.id
27 April 2024